Kamis, 15 September 2022

Aksi Nyata Modul 1.4. Budaya Positif: Menanamkan karakter positif dengan...











AKSI NYATA CALON GURU PENGGERAK ANGKATAN 5_LUWU

 MODUL 1 PARADIGMA & VISI GP



Penulis          : Yuliana Lahude, S.Pd.,Gr.,M.Pd
Diterbitkan    :  Jumat, 16 September 2022



Aksi Nyata Modul 1.1 Refleksi Filosofis Pendidikan Nasional_KHD

Merevisi VISI & MISI Sekolah yang Berlandaskan Profil Pelajar Pancasila


Latar Belakang
        

        Visi merupakan suatu rangkaian kata yang di dalamnya terdapat impian, cita-cita atau nilai inti dari suatu lembaga atau organisasi. Bisa dikatakan visi menjadi tujuan masa depan suatu organisasi atau lembaga. Ia berisi pikiran-pikiran yang terdapat di dalam benak para pendiri. Pikiran-pikiran itu adalah gambaran dari masa depan dari organisasi yang ingin dicapai. Ada juga yang berpandangan bahwa visi adalah suatu pandangan tertentu mengenai arah managemen lembaga. Ini sangat menentukan akan dibawa kemana lembaga yang bersangkutan di masa depan. Adanya visi ini dipengaruhi oleh suatu pandangan bahwa untuk mencapai suatu kesuksesan, sebuah organisasi atau lembaga harus memiliki arah yang jelas.

        Misi adalah suatu proses atau tahapan yang seharusnya dilalui oleh suatu lembaga atau instansi atau organisasi dengan tujuan bisa mencapai visi tersebut. Di samping itu, misi juga dapat diartikan sebagai suatu deskripsi atau tujuan mengapa sebuah instansi atau organisasi berada di masyarakat.

        Dalam kaitannya dengan uraian di atas, maka SMKN 8 Luwu telah berencana untuk melakukan revisi ulang tentang Visi & Misi yang sudah ada sebelumnya. Karena Visi dan Misi yang terdapat di SMK Negeri 8 Luwu ini belum pernah direvisi selama hampir 10 tahun.  Melalui new Visi Misi ini diharapkan peserta didik menjadi anak yang berkarakter dan berwawasan luas yang berlandaskan Profil Pelajar Pancasila. Hal ini karena diharapkan setiap murid tidak hanya memiliki pengetahuan, namun juga murid yang berkarakter luhur.

Deskripsi Aksi Nyata

        Adapun kegiatan untuk merevisi VISI & MISI sekolah di SMK Negeri 8 Luwu, saya awali dengan menyampaikan gagasan tersebut melalui rapat bersama dewan guru yang dipimpin oleh kepala sekolah pada saat akhir semester genap. Setelah itu, KS dan seluruh guru menyetujui usulan tersebut. Keesokan harinya rapat dilanjutkan untuk menyusun VISI & MISI sekolah yang akan diterapkan mulai TP. 2022/2023 bersama seluruh guru & staf. Dalam rapat tersebut setiap peserta rapat (guru dan kepala sekolah) memiliki kesempatan yang sama untuk menyampaikan pendapat. Beberapa ide yang disampaikan berdasarkan pertimbangan yang berkaitan dengan Profil Pelajar Pancasila, maka kami memutuskan untuk mengganti Visi & Misi sekolah yang baru.

        Visi & Misi sekolah yang telah kami rancang tersebut selanjutnya disampaikan kepada murid melalui pertemuan di kelas masing-masing oleh wali kelas dan media sosial. Dengan adanya informasi ini diharapkan kepada para murid untuk membiasakan diri lebih dini dalam menelaah Visi & Misi tersebut. Selain itu, guru juga diharapkan mampu mengimplementasikannya dalam proses pembelajaran agar dapat menumbuhkan motivasi dan karakter murid sesuai dengan Visi & Misi yang telah dirancang.

Hasil Dari Aksi Nyata

             Sekolah kami sangat yakin bahwa visi, misi ini dapat berjalan dengan lancar karena  dukungan dari semua warga sekolah ( KS, Guru & Staf, Murid, Komite, dan Orang Tua ). Karena itu saat rancangan visi & misi sekolah ini kami informasikan kepada para murid, mereka juga sangat antusias untuk mencoba menerapkannya di sekolah karena hal tersebut merupakan sesuatu yang baru mereka ketahui.  Selain itu para guru juga memiliki pengetahuan baru tentang makna dari Profil Pelajar Pancasila. 

Pembelajaran Yang Didapatkan Dari Pelaksanaan (Kegagalan Maupun Keberhasilan)

        Pada kesempatan ini setiap guru telah memulai dan berusaha membiasakan diri untuk menerapkan PPP ini pada setiap proses pembelajaran yang dilakukan sehari-hari. Saya juga melihat adanya semangat dan antusiasme dari para guru dalam menerapkan PPP di setiap proses pembelajaran yang dilakukan di kelas masing-masing. Namun beberapa guru masih merasa asing dengan kalimat "PPP" sehingga harus selalu didampingi dan diberikan penjelasan secara khusus.

Rencana Perbaikan

        Visi, Misi sekolah yang berlandaskan PPP ini perlu untuk terus disampaikan kepada seluruh warga sekolah agar nantinya terbiasa dengan hal-hal yang dimaksud dalam visi, misi tersebut. Selain sebagai upaya untuk mempersiapakan murid yang memiliki wawasan juga berkarakter yang luhur. Karena itu para guru dan murid terus didorong untuk selalu mencobanya step by step setiap point misi sekolah agar menjadi insan yang sesuai dengan VISI yang telah disepakati itu.

Dokumentasi Proses



Aksi Nyata Modul 1.2 Nilai dan Peran Guru Penggerak


Memberikan Pembiasaan Positif Murid dan Mewujudkan Kepemimpinan Murid Melalui Penerapan TUTOR SEBAYA





Latar Belakang

        Karakter adalah serangkaian bentuk pembawaan hati, jiwa, budi pekerti, sifat, perbuatan serta watak. Dalam hal ini, berkarakter bermakna memiliki sejumlah kepribadian, sifat bawaan, watak, serta melakukan pola perilaku dalam bentuk tindakan sosial yang dijalankan. Yang dimaksud dengan pendidikan karakter adalah suatu sistem yang menanamkan nilai-nilai karakter kepada seorang individu, yang meliputi: ilmu pengetahuan, kesadaran, kemauan dan tindakan untuk dapat melaksanakan nilai-nilai tersebut baik terhadap Tuhan YME, dirinya sendiri, orang lain, lingkungannya maupun bangsa dan negaranya. 

            Individu yang berkarakter baik merupakan orang yang selalu berusaha untuk melakukan berbagai hal yang terbaik terhadap Tuhan YME, dirinya sendiri, lingkungannya, orang lain, bangsa dan negaranya. Karakter yang baik berarti individu yang mengetahui tentang potensinya sendiri dan memiliki nilai-nilai yaitu Nilai Hubungannya Dengan Tuhan; Nilai hubungannya dengan sesama; Nilai Hubungannya Dengan Diri Sendiri; Nilai Hubungannya Dengan Lingkungan.

                    Profil Pelajar Pancasila sesuai Visi dan Misi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebagaimana tertuang dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 22 Tahun 2020 tentang Rencana Strategis Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2020-2024:. Pelajar Pancasila adalah perwujudan pelajar Indonesia sebagai pelajar sepanjang hayat yang memiliki kompetensi global dan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, dengan enam ciri utama: beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia, berkebinekaan global, bergotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif.
        
                   Sebagai seorang CGP, tentunya saya harus mampu menjalankan perannya sebagai seorang guru penggerak yang akan tergerak, bergerak dan menggerakkan orang lain khususnya para murid di sekolahnya. Adapun peran GP antara lain yaitu Pemimpin Pembelajaran; Coach Bagi Guru Lain; Pendorong Kolaborasi, mewujudkan Kepemimpinan Siswa; dan Penggerak Komunitas Praktisi.

                Berdasarkan penjelasan singkat di atas, Saya sebagai seorang guru SMKN 8 Luwu akan melaksanakan aksi nyata di kelas yaitu menerapkan pembiasaan-pembiasaan yang positif kepada setiap siswa yang mencerminkan Profil Pelajar Pancasila agar Visi Misi yang telah kami rancang di sekolah dapat pula terwujud dengan baik. Melalui pembiasaan-pembiasaan tersebut sangat diharapkan dapat menumbuhkan siswa siswi yang berkarakter dan memiliki wawasan yang luas. Selain itu, saya juga mencoba menerapkan salah satu peran guru penggerak ialah "Mewujudkan Kepemimpinan Siswa melalui penerapan TUTOR SEBAYA di kelas.
                    
Deskripsi Aksi Nyata

               Sebelum saya menerapkan pembiasaan-pembiasaan positif kepada setiap siswa, terlebih dahulu saya memberikan penjelasan kepada mereka tentang pentingnya memiliki karakter yang luhur, bukan hanya  ilmu pengetahuan. Selain itu, saya juga menyampaikan gagasan tersebut di sela-sela jam istirahat di ruang guru untuk mencoba kegiatan tersebut bila perlu, agar seluruh siswa di sekolah akan terbiasa untuk melakukannya apabila telah naik ke jenjang berikutnya. 

             Sebagai guru yang memiliki kewajiban untuk memberikan pengajaran dan pendidikan kepada siswa di sekolah, saya menerapkan pembiasaan-pembiasaan tersebut di waktu menjelang sholat dhuhur tiba, saya mengajak mereka untuk membudayakan sholat dhuhur berjamaah di Masjid dan membiasakan budaya saling senyum salam sapa Sedangkan untuk mewujudkan kepemimpinan siswa di SMKN 8 Luwu, saya mencoba menerapkan "Tutor Sebaya" pada beberapa proses pembelajaran yang saya lakukan di kelas.

Hasil Dari Aksi Nyata

                    Melalui kegiatan pemberian pembiasaan-pembiasaan budaya positif tersebut, saya merasa positive thinking terhadap segala kegiatan yang diterapkan oleh setiap murid di sekolah akan membuahkan hasil yang baik. Karena itu, saya selalu mengingatkan kepada siswa di kelas/sekolah untuk rutin melakukannya agar menjadi suatu kebiasaan yang tidak akan mudah terlupakan sepanjang masa.

                  Berdasarkan aksi yang siswa siswi lakukan tersebut, mereka belajar lebih mandiri, disiplin, bertanggung jawab dan penuh rasa percaya diri. Mereka sangat antusias dalam menerapkan pembiasaan-pembiasaan tersebut sehingga dalam proses pembelajaran dapat terlaksana dengan baik.
   
Perbaikan dan Tindak Lanjut

                Pembiasaan-pembiasaan Budaya Positif tersebut akan diterapkan secara continue dan berkelanjutan agar siswa senantiasa berusaha menumbuhkan motivasi dalam dirinya untuk menjadi sosok yang berwawasan luas dan berkarakter luhur sesuai dengan PPP tanpa harus diperintah oleh guru. Dengan demikian, mereka akan menjadi anak-anak yang berintegritas.

Dokumentasi Proses


Aksi Nyata Modul 1.3 Visi Guru Penggerak

Prakarsa Perubahan: MEMBUAT TAMAN BACA YANG MENYENANGKAN DI KELAS




     Latar Belakang

                   Visi adalah suatu rangkaian kata yang di dalamnya terdapat impian, cita-cita atau nilai inti dari suatu lembaga atau organisasi. Misi adalah suatu proses atau tahapan yang seharusnya dilalui oleh suatu lembaga atau instansi atau organisasi dengan tujuan bisa mencapai visi tersebut. Visi sekolah merupakan pandangan atau wawasan ke depan yang dijadikan cita-cita, inspirasi, motivasi, dan kekuatan bersama warga sekolah mengenai wujud sekolah pada masa yang akan datang.

                Sebagai guru, kita memerlukan sebuah visi yang jelas menggambarkan seperti apa layanan dan lingkungan pembelajaran yang perlu kita berikan pada murid kita. Keyakinan kita atas visi itulah yang akan terus membuat kita terpacu untuk melakukan peningkatan kualitas diri serta menguatkan kolaborasi di lingkungan sekolah sehingga menjadi upaya perbaikan yang berkesinambungan.
              Guru harus memiliki visi yang mengarah kepada perubahan, baik perubahan di kelas atau perubahan di sekolah. Untuk mencapai perubahan tersebut guru perlu mengenal pendekatan manajemen perubahan. Manajemen pendekatan perubahan sering disebut sebagai Inkuiri Apresiatif (IA). IA dikenal sebagai pendekatan manajemen perubahan yang kolaboratif dan berbasis kekuatan. Konsep IA ini pertama kali dikembangkan oleh David Cooperrider (Noble & McGrath, 2016). Cooperrider menyatakan bahwa pendekatan IA dapat membantu membebaskan potensi inovatif dan kreativitas, serta menyatukan orang dengan cara yang tidak dapat dilakukan oleh proses manajemen perubahan yang biasa.

       IA menggunakan prinsip-prinsip utama psikologi positif dan pendidikan positif. Pendekatan IA percaya bahwa setiap orang memiliki inti positif yang dapat memberikan kontribusi pada keberhasilan. Inti positif ini merupakan potensi dan aset organisasi. Dengan demikian, dalam implementasinya, IA dimulai dengan menggali hal-hal positif, keberhasilan yang telah dicapai dan kekuatan yang dimiliki organisasi, sebelum organisasi menapak pada tahap selanjutnya dalam melakukan perencanaan perubahan.  

     Untuk melaksanakan IA diperlukan sebuah strategi. Strategi itu dikenal dengan akronim BAGJA yakni Buat pertanyaan, Ambil pelajaran, Gali mimpi, Jabarkan rencana, dan Atur eksekusi. Perubahan yang diharapkan terntu saja harus tetap mempedomani filosofi pemikiran Ki Hajar Dewantara. Bahwa pendidik hanya berperan sebagai penuntun murid menuju kodrat alam dan kodrat zaman. Anak-anak hidup dan tumbuh sesuai kodratnya sendiri, guru hanya bisa menuntun tumbuhnya kodrat tersebut. Jadi jelaslah bahwa IA merupakan pendekatan utama yang harus diimplementasikan guru menuju perubahan yang dicita-citakan dengan menyentuh peran strategis pemangku kepentingan di sekolah.

            Berdasarkan penjelasan di atas, maka saya sebagai CGP membuat sebuah VISI DIRI, melalui visi tersebut saya akan membuat sebuah prakarsa perubahan step by step untuk dapat mewujudkan murid yang sesuai dengan visi diri sehingga visi & misi sekolah dapat terwujud dengan baik.

Deskripsi Aksi Nyata

             Sebagai seorang Calon Guru Penggerak, saya telah belajar untuk memahami bahwa antara visi sekolah dengan visi guru penggerak itu sangatlah berbeda. Oleh sebab itu, setelah melalui rangkaian materi dalam modul 1.3 tentang visi GP, saya membuat sebuah VISI DIRI sebagai CGP yaitu "MEWUJUDKAN MURID YANG BERKARAKTER DAN BERWAWASAN LUAS MELALUI PEMBIASAAN LITERASI DAN NUMERASI". Setelah itu untuk dapat mewujudkan visi tersebut, salah satu yang akan saya lakukan yaitu membuat sebuah prakarsa perubahan "MEMBUAT TAMAN BACA YANG MENYENANGKAN DI KELAS" dengan menggunakan tahapan B-A-G-J-A.

       Dengan adanya taman baca di kelas, saya sangat berharap para murid dapat meningkatkan motivasinya untuk gemar membaca secara mandiri sehingga memiliki wawasan yang luas. Taman baca tersebut saya buat bersama seluruh murid yang ada di kelas 6. Mereka begitu semangat dalam memberikan ide / gagasan kepada saya tentang apa saja yang akan di pajang di dalam kelas. Adapun kegiatan Literasi / Numerasi saya includekan ke dalam jadwal mata pelajaran kelas. Jadi, murid sudah memahami apa yang harus mereka lakukan sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan.

Hasil Dari Aksi Nyata

          Taman baca sangat bermanfaat bagi seluruh murid di kelas karena dapat meningkatkan kemampuan Literasi dan Numerasi mereka. Hal itu terlihat dari motivasi mereka ketika melakukan kegiatan berliterasi minmal 15 menit setiap harinya sebelum proses pembelajaran dimulai. Bahkan terdapat beberapa murid yang malas bermain di halaman sekolah, mereka memilih untuk bersantai di taman baca tersebut sambil membaca buku cerita.

            Selain itu, berkat taman baca tersebut murid lebih betah berada di sekolah karena kelas terlihat lebih menarik dan menyenangkan sehingga dapat menciptakan lingkungan belajar yang aman, tentram, dan nyaman.

Perbaikan dan Tindak Lanjut

                Apabila taman baca tersebut telah berjalan dengan maksimal, maka saya akan menambahkan buku bacaan dengan tema bacaan yang bervariasi yang terdapat di taman baca kelas sehingga murid dapat memanfaatkan buku-buku itu dengan baik dan tetap semangat untuk melakukan kegiatan Literasinya. Berkolaborasi bersama murid untuk tetap menjaga kenyamanan taman baca tersebut agar tetap menarik dan berkelanjutan.

 Dokumentasi Proses



  Aksi Nyata Modul 1.4 Budaya Positif

Menyusun Keyakinan Kelas

           

Latar Belakang

           Di zaman sekarang ini, fenomena krisis karakter sangat mengkhawatirkan, hal tersebut disebabkan oleh banyaknya anak-anak mengikuti budaya yang lagi trend ( budaya asing ) tanpa mereka kaji terlebih dahulu apakah sudah sesuai dengan budaya di Indonesia.

        Budaya positif di sekolah merupakan nilai-nilai, keyakinan dan asumsi dasar yang tumbuh dan berkembang sesuai dengan nilai-nilai yang dianut dan diyakini di sekolah. Sekolah sebagai institusi pembentukan karakter pada anak menjadi prioritas utama bagi setiap satuan pendidikan terutama guru dalam membangun budaya positif di sekolah.

     Oleh sebab itu, saya akan berusaha secara perlahan ( step by step ) dalam menumbuhkembangkan karakter murid dengan menyusun "KEYAKINAN KELAS"  bersama para murid melalui curah pendapat agar terciptanya budaya positif di sekolah.

Tujuan

      Menumbuhkan budaya positif di kelas dengan membuat keyakinan kelas bersama murid; Menumbuhkan nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila pada diri murid dalam kegiatan proses pembelajaran di kelas.

Tolak Ukur

        Para murid mampu membuat keyakinan kelas melalui curah pendapat dan menjalankan seluruh keyakinan kelas yang telah dibuat bersama.

Linimasa Tindakan

     Menjelaskan pengertian dan manfaat keyakinan kelas pada murid di kelas; Berkolaborasi dengan seluruh murid untuk membuat keyakinan kelas melalui curah pendapat; Keyakinan kelas yang telah dibuat dipajang di dalam kelas; dan Menanamkan pembiasaan nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila melalui aksi budaya positif di kelas / sekolah.

Dukungan Yang Dibutuhkan

      Orang tua untuk melakukan pembiasaan budaya positif di rumah; Warga sekolah sebagai role mode atau teladan bagi murid dalam menumbuhkan budaya positif di lingkungan sekolah; Sarana dan Prasarana untuk menumbuhkan budaya positif di lingkungan sekolah.

Deskripsi Aksi Nyata

      Berdasarkan latar belakang tersebut, saya mengajak seluruh murid di kelas berkontribusi dalam menyusun keyakinan kelas untuk disepakati sebagai salah satu wujud budaya positif di sekolah. Setiap warga kelas ( guru & seluruh murid ) berhak mengeluarkan pendapatnya dan menuliskannya di sticknote yang dibagikan. Selanjutnya, tulisan tersebut ditempelkan di papan tulis untuk dibaca dan direvisi apabila terdapat kalimat yang negatif dan menentukan hal apa saja yang akan dijadikan "keyakinan kelas".

     Dengan adanya keyakinan kelas, maka setiap warga kelas wajib mematuhinya agar tercipta proses pembelajaran yang kondusif. Selain itu, bersama-sama membuat konsekuensi pada setiap keyakinan yang ada. Tujuan dibuat "konsekuensi" semata-mata untuk membiasakan murid agar mereka dapat mempertanggung jawabkan apa yang telah diyakini bersama. Dengan demikian, murid akan memiliki rasa tanggung jawab. Setiap keyakinan yang dibuat memiliki nilai-nilai kebajikan universal sehingga murid memiliki karakter yang positif.

Hasil Dari Aksi Nyata

      Setelah beberapa hari kami menerapkan "keyakinan kelas" yang telah kami sepakati bersama itu, terlihat hasil yang signifikan dari para murid di kelas. Awalnya, mereka susah diatasi dengan teguran namun berkat keyakinan kelas yang telah mereka buat sendiri melalui diskusi bersama terlihat perubahan-perubahan diri mereka ke arah yang lebih positif. Dengan adanya keyakinan kelas tersebut  murid akan lebih terlatih dan terbiasa melakukan segala aktivitasnya dengan ikhlas dan semangat. Dengan demikian, para murid di kelas/sekolah akan belajar disiplin dan bertanggung jawab sehingga terciptanya budaya positif di sekolah.

Pembelajaran Yang Didapatkan Dari Pelaksanaan (Kegagalan Maupun Keberhasilan)

    Pada kesempatan ini setiap murid telah memulai dan berusaha membiasakan diri untuk menerapkan keyakinan kelas yang telah dibuat bersama pada semua aktivitas proses pembelajaran sehari-hari di sekolah. Saya melihat adanya semangat yang ditunjukkan oleh siswa dalam menerapkan keyakinan kelas tersebut. Namun masih terlihat beberapa murid yang lupa dengan apa yang mereka harus yakini. Oleh sebab itu, saya sebagai wali kelas bersama dengan ketua kelas untuk selalu mengingatkan kepada mereka untuk membiasakan dirinya menjalankan keyakinan tersebut agar menjadi anak yang disipin dan bertanggung jawab.

Rencana Perbaikan

        Budaya positif  ini perlu untuk terus disampaikan kepada seluruh warga sekolah agar nantinya terbiasa dengan hal-hal yang dimaksud dalam keyakinan kelas maupun sekolah, salah satu upaya untuk mempersiapakan murid yang disiplin dan bertanggung jawab. Karena itu para guru dan murid terus didorong untuk selalu mencobanya step by step setiap point yang terdapat dalam keyakinan kelas maupun sekolah agar menjadi insan yang memiliki Profil Pelajar Pancasila.

Dokumentasi Proses

https://youtu.be/aY5Smajzj3U